Cara analisa forex trading

cara mudah trading dengan teknik analisa sederhana Melakukan transkasi forex haruslah didasari oleh teknik analisa. Ada dua macam teknik analisa yang sudah umum kita kenal iaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal.

Oleh karena itu, Anda cukup mengkombinasikan indikator, contohnya indikator untuk trend seperti MA bersama indikator osilator seperti RSI atau Stochastics. Walaupun Anda berlatih dengan demo account, tapi tetap perlakukan akun ini layaknya akun real sehingga Anda akan terbiasa saat bertransaksi sungguhan. Blogger 11 November

Pengunjung

cara mudah trading dengan teknik analisa sederhana Melakukan transkasi forex haruslah didasari oleh teknik analisa. Ada dua macam teknik analisa yang sudah umum kita kenal iaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal.

Jadi, kalau support tembus padahal Anda sebelumnya telah membuka posisi buy, maka tembusnya support ini seharusnya menjadi peringatan untuk melakukan cut-loss.

Anda pun bisa mengandalkan indikator Moving Average MA untuk bisa mengenali trend yang tengah berlangsung. Apabila sulit untuk menggambar trendline, maka Anda dapat melihat pergerakan MA untuk membantu mengidentifikasi trend. Secara simpelnya, apabila Anda meliat MA bergerak turun serta harga bergerak di bawah MA, maka trend saat ini ialah downtrend.

Sebaliknya, jika grafik MA bergerak naik dan harga bergerak di atas MA, maka trend saat itu ialah uptrend. Kemudian, MA juga dapat berguna sebagai support dan resistance. Apabila MA berada di atas pergerakan harga sehingga menjadikannya sebagai resistance. Namun, kalau MA berada di bawah pergerakan harga, fungsinya jadi sebagai support.

Indikator osilator nyatanya bisa memberikan deksripsi gambaran tentang kondisi pasar sedang berada dalam keadaan overbought atau oversold. Kondisi overbought berarti keadaan saat harga dianggap sudah cukup tinggi pada saat itu. Kondisi ini terkadang diikuti oleh penuruan harga. Sedangkan kondisi oversold adalah harga dianggap suda h cukup rendah dan seringkali diikuti oleh naiknya harga.

Tapi perlu Anda catat juga bahwa tidak selalu kondisi overbought atau oversold diikuti oleh pembalikan arah pergerakan harga. Seringkali indikator akan terus berada di area overbought atau oversold untuk selama waktu tertentu dan harga terus bergerak melanjutkan arah sebelumnya.

Oleh karena itu, Anda perlu menyesuaikan sinyal yang diberikan oleh indikator dengan trend yang tengah berlangsung. Kalau saat kondisi uptrend, carilah hanya sinyal buy saja, dan sebaliknya jika dalam kondisi downtrend, maka carilah hanya sinyal sell saja.

Cara ini cukup aman. Sementara itu, indikator yang dapat Anda gunakan di antaranya adalah stochastic dan CCI. Gunakanlah satu atau dua indikator teknikal saja, dan maksimal tiga. Terakhir, Anda bisa menentukan level stop loss dan target profit dari transaksi yang dilakukan. Dalam hal ini, jangan sampai lupa pada aturan risk-reward-ratio, yang mana stop loss tidak boleh lebih besar dibandingkan target profit. Aturan ini sama sekali tidak boleh dilanggar. Beberapa pola dan formasi candle dalam Price Action menjadi penentu keputusan transaksi bahkan level stop dan target pun dapat ditentukan.

Masing-masing memiliki erti dan fungsinya yang tersendiri. Perbezaan antara formasi dan porla terletak pada jumlah candle yang membentuknya. Porla biasanya diwakili oleh 1 hingga 3 candle yang membentuknya sedangkan formasi biasanya diwakili oleh lebih dari 3 candle yang membentuknya. Dengan memahami pola dan formasi candle, trader mendapatkan gambaran arah pergerakan harga yang sedang dan sudah terjadi untuk digunakan sebagai alat analisa atau meramalkan arah harga pasaran selanjutnya.

Berikut adalah porla candle yang sering digunakan untuk melakukan Setup yaitu Inside Bar dan Pin Bar. Kedua pola ini memiliki respond spontan dari para trader ketika muncul pada grafik harga. Di samping pemahaman yang tidak sulit, pola candle ini juga sering muncul sehingga trader boleh membuat setup transaksi.

Karena dalam menentukan level entry, biasanya memiliki level stop atau antisipasi yang kecil dibanding penggunaan setup transaksi yang lain. Namun ada yang harus diingat dan diwaspada iaitu strategi Inside Bar ini bagusnya ketika pasar sedang bergerak dalam trend, bermaksud inside bar tersebut berlaku semasa sesi corrective wave retracement. Porla Inside Bar muncul ketika garis bar anak berada dalam range bar sebelumnya atau bar induk.

Setup transaksi pada strategi Inside Bar dapat dilakukan dengan melakukan posisi entry ketika harga bergerak menembus range bar induk. Trader dapat melakukan transaksi BUY ketika harga menembus ke atas level high dari bar induk sedangkan untuk transaksi SELL dilakukan ketika harga menembus ke bawah level low dari bar induk.

Terdapat beberapa interpretasi mengenai bar induk iaitu penggunaan range High — Low dan range dari real body bar induk Open — Close.

Namun kebanyakan trader menggunakan range High — Low. Kemunculan Inside Bar ini boleh dinilai dan diangap sebagai alarm untuk trader berwaspada, apakah harga akan melanjutkan trend ataukah terjadi pembalikkan arah trend reversal. Biasanya terjadi setelah harga bergerak dalam trend besar, dan harga melakukan konsolidasi sehingga tidak melebihi range bar induk. Konsolidasi di sini dapat diertikan pelaku kepada pasar besar iaitu Impulsive wave, trader dan investor sedang mempertimbangkan arah harga selanjutnya.

Apatah lagi jika tidak ada forecast fundamental sebagai penggerak harga atau menunggu menjelang relist data fundamental yang penting. Inside bar ini dapat dikuatkan lagi jika muncul berhampiran aras support atau resistance yang kuat berdasarkan history Berikut ini adalah porla candle Pin Bar. Jadi inti dari analisa teknikal ini adalah mencari tahu kemana sih selanjutnya harga akan bergerak, apakah mau Naik atau mau Turun.

Kenapa kondisi grafik saat ini dan sebelumnya dijadikan Dasar untuk menganalisa pergerakan harga? Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita ingin tahu apa yang akan dilakukan seseorang berikutnya, maka kita harus tahu dulu kebiasaan orang tersebut. Misalnya setelah melakukan A , dia akan melakukan B lalu C lalu D. Dengan mengetahui kebiasaannya seperti itu, kita tinggal amati kondisi sekarang dia sedang apa.

Begitu pula untuk menebak arah grafik harga forex, jika kita sudah tahu polanya, kita tinggal cari tahu kondisi apa yang sedang terjadi saat ini. Dengan begitu kita bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Ada banyak cara dalam melakukan analisa teknikal, namun kita hanya akan membahasnya beberapa saja.

Inilah urutan belajar analisa teknikal forex yang akan kita lakukan: Cara Menganalisa dengan candlestick. Cara analisa dengan pola grafik. Analisa menggunakan indikator klasik.

Analisa menggunakan indikator modern.





Links:
Forex russe forum | Forex ninjatrader demo | Hdfc forex plus carte netbanking | Données historiques des stock options |